Sorong (30/01/2025). Mahasiswa manajemen melakukan field trip ke Telkomsel Sorong yang bertujuan memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa terkait bagaimana Telkomsel mengelola SDM, mengembangkan talenta , dan memastikan strategi bisnisnya tetap selaras dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung dalam memahamai tantangan, inovasi, dan strategi pengelolaan SDM di Industri telekomunikasi terkhususnya di Papua.
Field trip merupakan kegiatan studi lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mempelajari , memperluas wawasan dan informasi hingga memberikan pengalaman baru secara nyata.
Sebanyak 36 mahasiswa manajemen dari angkatan 2022 dan 2023 mengikuti field trip kunjungan tersebut. Mahasiswa yang mengikuti field trip ialah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis, Personal Quality Manajemen, dan Manajemen Kinerja dengan 1 dosen pendamping Bapak Hardiman F. Sanaba M.M.
Kunjungan mahasiswa manajemen disambut hangat oleh Bapak Geraldy Marzhel Karwur yang berposisi selaku Mobile Customer Operations Territory Aimas beserta karyawan Telkomsel Sorong. Kegiatan ini mencakup tour fasilitas, mini talkshow, serta sesi diskusi dan pemaparan praktisi mengenai pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang diterapkan oleh Telkomsel Sorong.
Peserta field trip diajak mengunjugi lantai 1 yang di padu oleh kak Ayu selaku karyawan Telkomsel, yang menjelaskna berbagai layanan dan produk yang tersedia. Salah satu fasilitas yang diperkenalkan adalah layanan mandiri Telkomsel di mana pelanggan dapat melakukan registrasi kartu atau layanan lainnya secara mandiri tanpa harus antre di konter layanan pelanggan.
Setelah sesi tour, acara dimulai yang dibuka oleh Bapak Heri Aji Setiawan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Telkom kini telah bertransformasi, yang tidak hanya berfokus pada rekruitmen tetapi juga pada analisis dan peningkatan kapabilitas serta mentalitas karyawan. Dan tranformasi bisnis sesuai dengan perkembangan pasar. Tak hanya itu, terdapat beberapa tantangan terbesar Telkomsel dalam pengelolaan SDM di Papua adalah faktor geografis.
Kemudian sesi pemaparan materi praktisi yang diisi oleh beberapa pemateri yaitu M. Fiqransyah yang berposisi selaku Regional Account Manager Maluku Papua. Beliau menyampaikan terkait profil perusahaan Telkomsel, termasuk visi misi, sejarah serta perkembangan infrastruktur jaringan yang kini mencakup 97% wilayah populasi Indonesia. Tak hanya itu, beliau juga membahas terkait pengelolaan digital connectivity, platform, dan kayanan digital Telkomsel.
Pemateri selanjutnya yang diisi oleh Bapak Geraldy Marzhel Karwur yang menjelaskan terkait bagaimana Telkomsel bertransformasi sesuai kebutuhan pasar yang telah disampaikan dalam sambutan Bapak Heri Aji Setiawan. Kemudian terkait Sumber Daya Manusia (SDM) DI Telkomsel yang tidak hanya berfokus pada operasional internal, tetapi juga dikembangkan secara strategis melalui Human Capital Management yang mencakup rekruitmen, seleksi dan penempatan karyawan. Materi yang disampaikan juga berkaitan dengan mata kuliah yaitu pengelolaan SDM Telkomsel dalam Manajemen Kinerja dan Personal Quality Manajemen. Telkomsel yang menerapkan prinsip utama dalam manajemen SDM strategis meliputi kesesuaian dengan strategi bisnis, pengembangan berkelanjutan, talent management dan budaya organisasi & keterlibatan karyawan.
Selain itu, dalam penerapan Personal Quality Manajemen (PQM), Telkomsel berfokus pada self-leadership, continuous learning, problem-solving& decision making hingga time & stress management. Telkomsel juga memastikan karyawan bekerja secara efektif dengan menerapkan tahapan manajemen kinerja, yaitu : perencanaan kinerja, monitoring & evaluasi, feedback& coaching dan juga reward& consequences.
Pada sesi diskusi, beberapa mahasiswa turut aktif dengan memberikan pertanyaan terkait penyampaian materi praktisi.
“Apakah ada manfaat lain dari Telkomsel bagi masyarakat sekitar selain peluang kerja,” ujar Farhan salah satu mahasiswa yang aktif memberikan pertanyaan.
Acara ditutup dengan dilakukan sesi foto bersama oleh praktisi dan mahasiwa peserta field trip.
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademis, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiwa untuk memahami peluang karier serta pentingnya pengembangan keterampilan dalam dunia kerja kompetitif.