FILD TRIP PROGRAM STUDI MANAJEMEN KE BALAI PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIFITAS (BPVP) SORONG

FILD TRIP PROGRAM STUDI MANAJEMEN KE BALAI PELATIHAN VOKASI DAN PRODUKTIFITAS (BPVP) SORONG

Kamis, 30 Januari 2025, mahasiswa Program Studi Manajemen melaksanakan kegiatan field trip ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai dunia kerja, khususnya dalam pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia.

BPVP Sorong, yang sebelumnya dikenal sebagai Balai Latihan Kerja (BLK), telah berdiri sejak tahun 1983 di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Lembaga ini berperan dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi (PBK), yang terdiri dari 25% teori dan 75% praktik. Selain itu, BPVP juga memiliki program sertifikasi tenaga kerja yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam operasionalnya, BPVP Sorong memiliki 52 pegawai tetap dan 4 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta tenaga kebersihan dan keamanan yang bekerja melalui sistem outsourcing, sehingga total pegawai yang terlibat sebanyak 79 orang. Lembaga ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 dan menerima peserta pelatihan dari berbagai latar belakang pendidikan, dengan syarat utama mampu membaca dan menulis. Usia peserta yang diterima dalam program pelatihan ini berkisar antara 18 hingga 50 tahun.

Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai program pelatihan yang ditawarkan oleh BPVP Sorong. Saat ini, BPVP memiliki 13 jurusan pelatihan utama. Mahasiswa juga berkesempatan untuk melihat langsung proses pelatihan di beberapa workshop.

Program pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang siap pakai serta mendorong masyarakat agar memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan tentang kondisi ketenagakerjaan di Papua, yang masih menghadapi tantangan besar terkait tingkat pengangguran yang cukup tinggi.

Pihak BPVP Sorong mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam dunia ketenagakerjaan di Papua adalah pola pikir masyarakat yang masih mengutamakan pekerjaan kantoran dan enggan terjun ke bidang pekerjaan yang dianggap berat atau kotor. Selain itu, terbatasnya industri di wilayah Sorong juga menjadi faktor yang mempengaruhi keterbatasan lapangan pekerjaan.

Namun, BPVP juga melihat adanya peluang besar dalam pengembangan wirausaha melalui keterampilan yang diperoleh dari pelatihan vokasi. Oleh karena itu, lembaga ini terus mendorong para peserta pelatihan untuk tidak hanya mencari pekerjaan di sektor formal, tetapi juga menciptakan peluang kerja sendiri dengan membangun usaha mandiri. Kreativitas dan inovasi menjadi faktor utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja, sehingga peserta pelatihan diharapkan dapat lebih proaktif dalam menentukan arah karier mereka.

Kegiatan field trip ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya keterampilan vokasi dalam dunia kerja. Mahasiswa menjadi lebih memahami bahwa selain mencari pekerjaan di sektor formal, mereka juga memiliki peluang besar untuk menciptakan usaha sendiri dengan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Manajemen semakin memahami realitas dunia kerja serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam merencanakan masa depan mereka. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh BPVP Sorong dalam berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa.