Pentignya Manajamen Keungan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pentignya Manajamen Keungan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh: septiana Mira Iriani mahasiswa manajemen

Uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar. Ada yang bilang kalau “Uang bukanlah segalanya” akan tetapi segalanya tentulah membutuhkan uang. Oleh karena itu, setiap orang berusaha bekerja keras untuk menghasilkan uang. Namun manakah yang lebih penting, menghasilkan uang atau memanajemen keuangan? Sebagai contoh, terdapat seorang karyawan di kota yang memiliki penghasilan 7 juta setiap bulannya. Karyawan tersebut sudah bekerja selama lima tahun namun hanya memiliki aset berupa tabungan sebanyak 30 juta. Lalu di sebuah desa terdapat seorang petani yang setiap bulannya memiliki penghasilan paling banyak 5 juta setiap bulannya. Namun selama lima tahun bekerja, petani tersebut sudah memiliki aset berupa rumah senilai 60 juta di desa. Mari kita bandingkan aset yang dimiliki oleh karyawan dan petani tersebut? Mengapa seorang karyawan yang memiliki penghasilan lebih besar tidak memiliki aset yang lebih banyak pula? Berbicara tentang manajemen keuangan, khususnya keuangan pribadi tentunya tidak terlepas dari manajemen gaya hidup. Seperti contoh karyawan dan petani sebelumnya, gaya hidup karyawan di perkotaan tentunya berbeda dengan gaya hidup seorang petani di pedesaan. Selain karena biaya hidup di perkotaan yang cenderung lebih mahal, kebutuhan seorang karyawan dan petani pun tidak dapat disamakan. Seorang petani tentunya tidak perlu membeli pakaian formal untuk bekerja, tidak pula membutuhkan gadget yang komplit seperti laptop, smartphone dan lainnya. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah semata-mata penyebab aset karyawan yang jauh lebih sedikit daripada petani. Dengan penghasilan yang lebih besar, seharusnya karyawan dapat lebih mengoptimalkan pemasukannya. Untuk inilah pentingnya bagi setiap individu memahami cara memanajemen keuangan. Tidak sedikit pula kasus seorang yang memiliki penghasilan lebih banyak namun memiliki utang konsumtif yang lebih banyak pula. Dalam buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan, Senator Elizabeth Warren dan putrinya, Amelia Warren Tyagi mempopulerkan sebuah prinsip 50/30/20 untuk mengatur keuangan.

 

 

 

 

 

Prinsip ini pun sangat diminati oleh kaum milenial yang sudah mulai bekerja dan ingin belajar mengatur keuangan. Prinsip ini memiliki aturan dasar mengatur keuangan dengan membagi pendapatan setelah pajak dan mengalokasikannya untuk dibelanjakan 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan menyisihkan 20% untuk tabungan. Apabila kita simulasikan dengan karyawan yang memiliki pengasilan bersih sebesar 7 juta per bulan, maka setiap bulannya karyawan memiliki tabungan sebesar 1,4 juta. Bila dikumpulkan selama lima tahun bekerja, karyawan seharusnya dapat memiliki tabungan lebih dari 30 juta. Tentunya hal ini harus dilaksanakan secara konsisten dan penuh komitmen